Monotoneminimal.com – Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sarjito, menekankan pentingnya peran Indonesia dalam pembentukan harga mineral dan komoditas di tingkat global. Dalam pernyataannya di Jakarta pada Rabu, ia menegaskan bahwa Indonesia sebagai salah satu produsen utama nikel dan berbagai komoditas strategis lainnya tidak seharusnya terus bergantung pada harga yang ditentukan oleh negara lain.
Menurut Sarjito, saat ini Indonesia dalam posisi sebagai “price taker” yang mengikuti harga di yurisdiksi luar. Ia menyatakan, “Kita perlu bertransformasi menjadi ‘price influencer’, yang mampu mempengaruhi harga mineral dan komoditas secara global.” Sarjito berharap BMKS dapat menjadi acuan harga di pasar internasional dalam jangka panjang.
Dalam istiqomahnya menjabat, Sarjito juga menargetkan agar Indonesia dapat menjadi “price maker” yang menetapkan acuan harga di masa depan. Hal ini sejalan dengan amanat Pasal 33 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945 mengenai penguasaan negara atas kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat. Ia meminta dukungan serta kritik yang membangun dari media untuk mencapai tujuan ini.
Sarjito resmi dilantik pada hari yang sama, setelah mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Ketua Mahkamah Agung (MA) Sunarto. Pelantikan ini menandai awal periode kepemimpinannya dalam BMKS untuk tahun 2026-2031, di mana ia berkomitmen untuk menjalankan tugasnya dengan baik demi kepentingan masyarakat dan bangsa.