Monotoneminimal.com – Pemerintah menargetkan penyelesaian perbaikan sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan berat pada tahun 2028. Dalam upaya ini, alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp 11,744 triliun akan digunakan untuk revitalisasi sekitar 11.744 sekolah. Dari arahan Presiden Prabowo Subianto, program ini juga mencakup penambahan minimal 60.000 satuan pendidikan yang akan mendapatkan revitalisasi.
Menurut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, target ini merupakan langkah signifikan, mengingat sejak era Orde Baru, belum pernah ada program pembangunan sekolah yang begitu masif. Hal ini disampaikan Fajar dalam sebuah siaran pers pada 6 Juni 2026, menyusul peresmian revitalisasi satuan pendidikan yang berlangsung di Kabupaten Tabanan, Bali.
Fajar menjelaskan bahwa program revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia. Dengan total 71.000 satuan pendidikan yang akan menerima dukungan, langkah ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik dan aman bagi siswa.
Revitalisasi ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga akan mencakup peningkatan fasilitas pendidikan lainnya, memberikan peluang lebih baik bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang. Kegiatan ini diharapkan dapat merangkul semua segmen wilayah, agar tidak ada anak yang terpinggirkan dalam menerima pendidikan yang layak.
Dengan target ambisius dan dukungan anggaran yang dialokasikan, pemerintah bertujuan untuk memastikan tidak ada sekolah yang rusak berat menjelang 2028, menciptakan masa depan pendidikan yang lebih cerah bagi generasi mendatang.