Monotoneminimal.com – Insiden tabrakan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam, menimbulkan perhatian serius dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan bahwa proses evakuasi untuk korban yang terdampak dilakukan dengan cepat dan mengutamakan keselamatan.
Dudy mengunjungi lokasi kejadian untuk memantau langsung proses evakuasi dan memastikan semua berjalan lancar. Tim dari Kemenhub masih melakukan pendataan jumlah korban dan berkoordinasi secara intensif dengan pihak terkait untuk mengoptimalkan proses evakuasi sesuai situasi di lapangan. Dari informasi awal, empat penumpang dilaporkan meninggal dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut.
Dudy juga menegaskan dukungannya terhadap langkah investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab insiden ini. PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terjadinya insiden ini, serta mengutamakan keselamatan dalam proses evakuasi penumpang dan awak kereta.
Peristiwa ini terjadi saat KRL Commuter Line yang menuju arah timur sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur dan tiba-tiba ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah barat. Sebagai dampak dari kecelakaan ini, beberapa perjalanan kereta lainnya, termasuk Argo Parahyangan, dibatalkan. Penanganan korban terus dilakukan di lokasi oleh tim SAR untuk memastikan evakuasi penumpang yang terjebak di dalam gerbong.