Monotoneminimal.com – Liga Putri Indonesia 2026/2027 akan segera digelar, dimulai pada 17 Oktober mendatang. Kompetisi sepak bola putri profesional ini disambut antusias oleh Hanipa Halimatusyadiah, gelandang FC Bekasi City. Ia menyatakan kegembiraannya atas kembalinya liga setelah vakum selama tujuh tahun, dengan kompetisi terakhir berlangsung pada tahun 2019.
Hanipa, yang kini berusia 23 tahun, mengungkapkan bahwa para pesepak bola putri telah lama menantikan liga ini. “Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu banyak pemain,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta. Selama periode vakum, Hanipa berhasil menjaga kualitas permainan dengan mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON), di mana ia meraih medali emas untuk tim Jawa Barat.
Di luar lapangan, Hanipa juga mengelola bisnis pribadi untuk mendukung latihan dan kebutuhan finansialnya sebagai atlet. “Meskipun tanpa kompetisi, saya tetap bisa berlatih,” kata Hanipa, menekankan pentingnya dedikasi sebagai seorang pemain profesional.
Menatap musim yang baru, Hanipa menargetkan FC Bekasi City untuk meraih gelar juara. Ia berharap adanya banyak pemain baru akan meningkatkan tim dan menciptakan atmosfer kompetitif yang sehat. Selain itu, Hanipa berharap Liga Putri Indonesia dapat menjadi pijakan untuk menunjang ekosistem sepak bola putri yang berkelanjutan, mirip dengan kompetisi putra.
Liga ini diikuti oleh enam klub: Persija Jakarta, Persita Tangerang, Dewa United FC, FC Bekasi City, Persikad Depok, dan Garudayaksa FC. Format pertandingan menggunakan sistem triple round-robin dengan minimal 15 laga per klub di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan. Keberadaan liga ini diharapkan dapat memberikan kepastian dan masa depan yang lebih baik bagi pesepak bola putri di Indonesia.