Monotoneminimal.com – Budidaya melon hidroponik semakin berkembang di Kelurahan Gambesi, Ternate, Maluku Utara, di mana seorang petani bernama Fandi Johar tengah mengelola lahan seluas 180 meter persegi. Dalam praktik ini, Fandi menggunakan sistem hidroponik modern untuk menanam melon jenis Sweet Lavender. Melalui metode ini, lahan tersebut dapat menampung sekitar 560 pohon melon dan menghasilkan sekitar 300 kilogram buah setiap kali panen, yang dilakukan setiap 70 hari.
Pada Kamis, 14 Mei 2026, Fandi menjelaskan bahwa hasil panen yang didapat dipasarkan melalui sistem agrowisata dengan harga Rp50 ribu per kilogram. Melon hidroponik ini diharapkan menjadi solusi bagi urban farming, yang krusial dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat. Dengan penggunaan teknik hidroponik, risiko tanaman terserang hama dapat diminimalisir dan hasil panen pun dapat diprediksi secara lebih akurat.
Kegiatan budidaya ini bertujuan untuk memberikan alternatif bagi masyarakat Ternate dalam mengakses produk pertanian yang segar dan berkualitas. Fandi menambahkan bahwa inovasi ini tidak hanya menghadirkan hasil panen yang baik, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertanian berkelanjutan di perkotaan.
Inisiatif ini menjadi salah satu langkah positif menuju penguatan ketahanan pangan lokal dan menginspirasi petani lain untuk mengeksplorasi teknologi pertanian modern. Diharapkan, semakin banyak warga yang terlibat dalam program ini, sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan lahan terbatas dan memenuhi kebutuhan pangan di wilayah perkotaan.