Monotoneminimal.com – Biaya iklan politik dalam pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat pada tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp210 triliun (USD11,6 miliar), menjadikannya yang termahal dalam sejarah pemilu di negara tersebut. Informasi ini dirilis oleh firma riset iklan AdImpact, yang memperingatkan bahwa angka ini akan melebihi belanja untuk pemilihan presiden 2024.
Sumber utama dana berasal dari donatur kaya, organisasi nirlaba politik, dan perusahaan yang berusaha memengaruhi kebijakan di Washington. Beberapa dana disalurkan melalui berbagai jaringan organisasi sebelum digunakan untuk iklan politik. Hingga saat ini, 50 donatur terbesar telah mengumpulkan total sumbangan sebesar USD2,77 miliar, di mana kontributor yang berafiliasi dengan Partai Republik menyumbang USD1,67 miliar, atau sekitar 60 persen dari total, sementara yang berafiliasi dengan Partai Demokrat memberikan USD832 juta, atau 30 persen. Sisanya berupa sumbangan bipartisan dan berbagai kelompok kepentingan khusus.
Dalam konteks ini, individu dapat menyumbang hingga USD3.500 untuk kampanye federal, namun sering kali sumbangan mencapai ratusan juta dolar. Dana ini umumnya tidak langsung diberikan kepada kandidat, melainkan disalurkan kepada super political action committee (super PAC) yang dapat menerima sumbangan tanpa batasan jumlah.
Super PAC adalah kelompok yang berfungsi untuk menggalang dan membelanjakan dana secara tidak terbatas demi mendukung atau menentang kandidat, selama tidak ada koordinasi langsung dengan kampanye tersebut. Pembentukan super PAC dimungkinkan sejak dua putusan pengadilan tahun 2010 yang memberi izin untuk pengeluaran dana tak terbatas dalam pemilu. Hal ini menciptakan dinamika baru dalam politik Amerika, di mana pengaruh uang dalam pemilihan semakin meningkat.