Monotoneminimal.com – Indonesia menegaskan pentingnya peran aktif negara berkembang dalam pembentukan tata kelola global yang lebih adil dan inklusif. Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, pada 12 September 2023.
Airlangga mengungkapkan bahwa tanpa keterlibatan dalam proses negosiasi, ketentuan internasional yang akan diterapkan dapat mengabaikan kepentingan bangsa-bangsa berkembang. “Indonesia perlu terus berpartisipasi dalam pengembangan tata kelola global yang lebih representatif,” ujarnya. Keterlibatan ini juga dianggap sangat penting mengingat perubahan lanskap geopolitik yang sedang terjadi.
Selain itu, Airlangga menekankan perlunya reformasi berbagai lembaga multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) agar lebih responsif terhadap kondisi global yang terus berubah. Ia menegaskan bahwa reformasi ini harus mampu mewakili kepentingan negara berkembang dengan lebih baik, terutama di tengah tantangan dalam ekonomi global, seperti fragmentasi perdagangan dan ketidakpastian pada rantai pasok.
Dalam KTT BRICS ini, Presiden Prabowo juga berpendapat bahwa kekuatan kolektif negara anggota dapat meningkatkan tata kelola global, serta menjamin ketahanan pangan dan energi. Ia menekankan bahwa BRICS yang mencakup setengah populasi dunia memiliki peran besar dalam perekonomian dan perdagangan global.
KTT ini akan berlanjut dengan agenda yang meliputi tema ketahanan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan, dengan harapan dapat menciptakan pertumbuhan global yang inklusif.