12 April 2026 – Duel milan vs udinese berakhir pahit bagi tuan rumah setelah AC Milan tumbang 0-3 di San Siro pada pekan ke-32 Serie A. Rossoneri datang dengan tekanan tinggi usai kalah dari Napoli, tetapi justru kembali kehilangan poin dalam laga yang mestinya penting untuk menjaga posisi di papan atas. Suasana stadion ikut berubah tegang karena permainan Milan tidak berkembang stabil sejak paruh pertama.
Massimiliano Allegri menurunkan Milan dengan formasi 4-3-3, sementara Udinese tampil dengan 3-5-2 yang lebih rapat dan efektif saat transisi. Tim tamu membuka keunggulan lewat gol bunuh diri Davide Bartesaghi pada menit ke-27, lalu menggandakan skor melalui sundulan Jurgen Ekkelenkamp sepuluh menit kemudian. Saat Milan mencoba bangkit selepas jeda, Arthur Atta memastikan kemenangan Udinese pada babak kedua.
Kekalahan ini membuat Milan tertahan di angka 63 poin. Tekanan di jalur empat besar pun membesar karena Juventus terus mendekat, sementara persaingan di papan atas Serie A memasuki fase yang makin rapat. Di sisi lain, Udinese naik ke 43 poin dan membawa pulang kemenangan penting dari kandang lawan, sekaligus menjaga momentum mereka di akhir musim.
Usai pertandingan, pelatih kepala AC Milan Massimiliano Allegri mengakui timnya pantas mendapat reaksi keras dari suporter. Ia juga menegaskan hasil ini harus menjadi peringatan serius karena posisi Milan menuju Liga Champions tidak lagi aman. Sebelum laga, Allegri sempat meminta timnya tetap tenang dan seimbang, namun Milan gagal menjaga organisasi permainan ketika mendapat tekanan dan kehilangan ketajaman di depan gaw
Bagi Udinese, kemenangan telak ini menegaskan efektivitas pendekatan mereka. Pelatih Kosta Runjaic menyebut kunci laga terletak pada kerja tim, energi, dan pemanfaatan ruang saat transisi. Bagi Milan, kekalahan kedua beruntun itu membuat sisa musim terasa jauh lebih berat karena setiap laga kini langsung berkaitan dengan posisi mereka di empat besar.