Monotoneminimal.com – Puluhan mahasiswa dari Universitas Almuslim ikut serta dalam program pemulihan sektor pertanian pascabencana banjir di Desa Tanjong Nie, Kabupaten Bireuen, Aceh. Kegiatan ini adalah bagian dari inisiatif “Membangun Desa Tangguh Pangan Pascabencana,” yang bertujuan mempercepat pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Program ini dilaksanakan dari 29 Januari hingga 5 Maret 2026, melibatkan 50 mahasiswa dari tiga program studi, yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen Ritel, dan Pendidikan Geografi. Di bawah pimpinan Muhammad Rizal, dosen Fakultas Ekonomi, serta Dr. Hariki Fitrah dari Pendidikan Geografi, para mahasiswa tinggal di lokasi selama program untuk mendampingi masyarakat dalam proses pemulihan.
Banjir bandang yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur, termasuk saluran irigasi pertanian dan lahan sawah yang tertimbun lumpur. Situasi ini mengakibatkan penurunan produksi pangan. Sebagai langkah pemulihan, mahasiswa dan masyarakat setempat membangun sumur bor untuk menyediakan sumber air alternatif dan mempercepat rehabilitasi lahan pertanian, termasuk menanam jagung sebagai alternatif pasca-padi.
Selain fokus pada pemulihan produksi, program ini juga mencakup pelatihan mitigasi bencana dan kewirausahaan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan ekonomi masyarakat. Fakhrizal, Kepala Desa Tanjong Nie, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan, yang telah memberikan semangat baru bagi warganya untuk pulih dari dampak bencana.
Ketua tim dosen, Muhammad Rizal, menekankan pentingnya program ini untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana dan memperkuat ketahanan pangan. Melalui kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan pemerintah desa, diharapkan pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.