Monotoneminimal.com – Upaya mengatasi persoalan sampah dan mengembalikan identitas lokal Desa Pondok Kelor, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, mulai terwujud melalui program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh Universitas Mercu Buana (UMB). Program ini bertujuan untuk menciptakan pengelolaan sampah yang lebih baik, memperkuat usaha pangan lokal, serta menanam kembali kelor, yang merupakan ciri khas desa tersebut.
Pada Jumat, 10 Juli 2026, UMB menyerahkan berbagai peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG) kepada Karang Taruna Desa Pondok Kelor dan kelompok usaha pangan lokal yang berada di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Penyerahan ini menjadi langkah awal dari sistem pemberdayaan yang telah disiapkan melalui proses pendampingan sejak April 2026.
Desiana Vidayanti, Ketua Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan UMB, menyatakan bahwa penyerahan alat bukan hanya sekadar bantuan, tetapi merupakan bagian dari sistem untuk memberdayakan masyarakat secara mandiri. “Kami berharap pengelolaan sampah menjadi lebih tertata, usaha pangan lokal berkembang, dan identitas Desa Pondok Kelor sebagai desa kelor dapat hidup kembali,” ujarnya.
Karang Taruna setempat mendapatkan dukungan untuk mengelola sampah secara berbasis masyarakat dan menggerakkan penanaman kelor. Sementara itu, kelompok usaha pangan lokal menerima peralatan produksi serta pendampingan dalam manajemen usaha, literasi keuangan, dan peningkatan mutu produk. Program ini diharapkan dapat memberi dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan di Desa Pondok Kelor, sehingga dapat menjadi model bagi program serupa di wilayah lainnya.