Monotoneminimal.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) guna menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang disebabkan oleh praktik ilegal di wilayah tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kalimantan Selatan memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi antara bulan Agustus sampai September 2026.
Meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, hujan masih berlangsung di beberapa daerah. BMKG menyatakan bahwa Kalimantan Selatan saat ini berada dalam fase transisi menuju musim kemarau, dengan curah hujan yang terus menurun dari kriteria menengah pada bulan Juni ke kriteria rendah pada bulan Agustus.
Fenomena iklim El Nino di Samudera Pasifik diprediksi akan berpengaruh terhadap perubahan cuaca di wilayah tersebut. Oleh karena itu, pemerintah daerah memandang penting untuk mempersiapkan langkah antisipasi terhadap risiko kekeringan dan potensi terjadinya Karhutla.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Roni Eka Saputra, mengatakan bahwa rapat koordinasi untuk pembentukan Satgas Karhutla telah dilaksanakan dan dipimpin langsung oleh Gubernur. Roni menambahkan, langkah-langkah kesiapsiagaan sudah dilakukan di daerah yang rawan terjadi Karhutla.
Pembentukan Satgas ini tidak hanya difokuskan pada penanganan kebakaran di lapangan, tetapi juga akan menindak praktik ilegal dari individu atau korporasi yang dapat memicu Karhutla. Saat ini, titik panas terpantau di beberapa wilayah meskipun insiden Karhutla terjadi dalam intensitas terbatas.
Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan, pada Sabtu (13/6), diadakan kompetisi berskala besar yang melibatkan ratusan tim relawan pemadam kebakaran di Martapura, Kabupaten Banjar. Kompetisi ini bertujuan untuk mengasah keterampilan tim dalam menangani bencana kebakaran.