Monotoneminimal.com – PT Timah (Persero) Tbk (TINS) melaporkan laba bersih sebesar Rp1,5 triliun pada kuartal I 2026, jauh melampaui target yang ditetapkan yakni Rp252 miliar. Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan produksi yang signifikan, efisiensi operasional, serta upaya perbaikan tata kelola perusahaan secara berkelanjutan.
Direktur Utama TINS, Restu Widiyantoro, menyampaikan bahwa kinerja keuangan yang solid didukung oleh peningkatan pendapatan yang tumbuh 160,5 persen tahun ke tahun (yoy), mencapai Rp5,47 triliun dibandingkan Rp2,10 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini sejalan dengan meningkatnya volume penjualan dan harga jual rata-rata timah.
EBITDA perseroan juga tercatat sebesar Rp2,1 triliun, meningkat 450 persen (yoy) dari Rp348 miliar tahun sebelumnya. Beberapa rasio keuangan penting menunjukkan hasil positif, seperti Quick Ratio sebesar 105,1 persen dan Current Ratio 276,1 persen.
Produksi bijih timah pada kuartal I 2026 mencapai 6.312 ton Sn, naik 96 persen dibandingkan 3.225 ton Sn tahun lalu. Restu menjelaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh penambahan unit operasi, termasuk Kapal Isap Produksi (KIP) dan tambang darat kemitraan. Pendukung lainnya adalah operasional Kapal Keruk Singkep 1 dan pengawasan terhadap Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP).
Dalam upaya berkelanjutan, perusahaan memastikan peningkatan kinerja operasional melalui penambahan unit operasi serta kegiatan eksplorasi yang lebih efektif. Pada kuartal I 2026, penjualan logam timah terfokus pada pasar ekspor, mencapai 97 persen, dengan China menjadi tujuan utama.
Nilai aset perusahaan mencatat pertumbuhan 11,62 persen menjadi Rp15,23 triliun, sedangkan posisi liabilitas meningkat menjadi Rp5,27 triliun. Posisi ekuitas mencapai Rp9,96 triliun, tumbuh 18,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.