Monotoneminimal.com – Investasi di pasar modal dianggap sebagai instrumen jangka panjang yang berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian. Pernyataan ini diungkapkan oleh Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, pada Kamis (21/05).
Jeffrey meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia akan terus membaik. Dalam kunjungannya dengan anggota DPR dan Danantara, ia menjelaskan bahwa investasi di pasar modal membutuhkan kesabaran dan visi jangka panjang. Jeffrey juga mengingatkan tentang arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai kemudahan perizinan bagi pelaku usaha, yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih baik di Indonesia.
“Presiden menekankan pentingnya mempercepat proses perizinan yang sebelumnya dapat memakan waktu hingga dua tahun, agar bisa dilaksanakan dalam hitungan minggu,” tambahnya. Ia optimis bahwa perubahan ini akan berdampak positif, baik bagi perekonomian secara keseluruhan maupun pasar modal dalam perspektif jangka menengah hingga panjang.
Di sisi lain, pada hari yang sama, IHSG ditutup melemah 223,56 poin atau 3,54 persen di posisi 6.094,94. Secara keseluruhan, pasar mengalami tekanan dengan kelompok saham unggulan LQ45 turun 14,28 poin atau 2,26 persen. Semua sektor mengalami koreksi, dengan sektor barang baku yang mengalami penurunan paling dalam sebesar 6,96 persen.
Data perdagangan menunjukkan adanya 2.145.783 transaksi dengan total saham yang diperdagangkan sebanyak 35,77 miliar lembar, bernilai Rp18,49 triliun. Hasil ini mencerminkan 88 saham yang mengalami kenaikan, 663 saham mengalami penurunan, dan 69 saham tidak bergerak.
Informasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para investor dan pelaku pasar dalam mengambil keputusan.