Monotoneminimal.com – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menjalin kolaborasi strategis untuk mengatasi berbagai isu di daerah, termasuk penataan ruang, mitigasi bencana, dan pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan. Kesepakatan tersebut dicapai dalam rangkaian acara Konferensi Insinyur se-Asia Tenggara ke-44 yang berlangsung di Bandung pada hari Selasa.
Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menyatakan bahwa Jawa Barat memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi dan industri, didukung oleh adanya institusi pendidikan tinggi dan perusahaan-perusahaan berteknologi tinggi. Dalam pertemuan tersebut, Ilham menegaskan komitmen PII untuk mendukung Pemprov Jabar dalam menyelesaikan tantangan pembangunan, terutama terkait transportasi umum dan penataan ruang yang berkelanjutan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan pentingnya keahlian keinsinyuran tidak hanya terfokus pada proyek besar tetapi juga dalam menciptakan solusi teknis yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Dedi menyatakan, evaluasi terhadap masalah kemacetan dan banjir di perkotaan perlu dilakukan dengan memperhatikan perencanaan dan implementasi rekayasa tata ruang.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti tata ruang dengan pendekatan engineering yang lebih detail untuk menciptakan solusi yang ramah lingkungan,” katanya. Dedi juga berharap pertemuan para insinyur ASEAN dapat menghasilkan kolaborasi dan aksi nyata yang mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan solusi yang jelas terhadap masalah-masalah yang ada, menjadikan Jawa Barat sebagai contoh pengelolaan ruang yang efektif.