Monotoneminimal.com – Permintaan minyak dunia diperkirakan akan mengalami penurunan signifikan pada tahun 2026, dengan proyeksi yang menyusut sekitar 1,1 juta barel per hari dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan dalam laporan terbaru dari Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA). Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh tingginya harga bahan bakar, terbatasnya pasokan, serta kebijakan pemerintah di berbagai negara yang berusaha mengurangi konsumsi energi.
Dalam laporan Short-Term Energy Outlook (STEO) edisi Juni 2026, EIA menyoroti bahwa tingginya harga bahan bakar dan inisiatif pemerintah untuk mendorong pengurangan konsumsi minyak, terutama di kawasan Asia, telah berkontribusi pada penurunan tersebut. “Dunia mengonsumsi rata-rata 1 juta barel minyak per hari lebih sedikit dibandingkan tahun lalu,” ungkap EIA.
Faktor lain yang mempengaruhi adalah gangguan pasokan di Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang sebelumnya menyuplai hampir 20% pasokan minyak dunia. Konflik militer yang terjadi pada akhir Februari lalu telah menyebabkan ketidakpastian dalam perdagangan energi global dan berpotensi membatasi kenaikan harga minyak dalam jangka pendek.
Revisi terbaru dari EIA juga menunjukkan pergeseran signifikan dalam proyeksi permintaan, di mana sebelumnya untuk tahun 2026 diperkirakan ada peningkatan konsumsi sebesar 200 ribu barel per hari. Namun, angka ini telah mengalami penyusutan tajam dari estimasi sebelumnya.
Penutupan Selat Hormuz juga telah mengakibatkan harga minyak Brent melonjak, mencapai rata-rata USD 117 per barel pada April 2026. Produksi minyak mentah di kawasan Timur Tengah diperkirakan akan terpengaruh dengan penurunan sekitar 10,5 juta barel per hari akibat gangguan pasokan tersebut.