Monotoneminimal.com – Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas untuk memperkuat koordinasi lintas negara dalam rangka pemberantasan penipuan daring, yang belakangan ini semakin terorganisir dan melibatkan banyak negara. Langkah ini disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri Kemenko Polkam, Mohammad K Koba, saat berpartisipasi dalam konferensi internasional mengenai penanggulangan penipuan daring yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja.
Koba menyatakan bahwa penguatan mekanisme ini bertujuan untuk mempercepat penanganan kasus penipuan daring dengan meningkatkan pertukaran informasi, koordinasi antara penegak hukum, dan penanganan kasus lintas negara. “Koordinasi mekanisme anti-scam lintas negara harus dikuatkan untuk meningkatkan kecepatan penanganan online scam,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Koba juga memperkenalkan berbagai inisiatif nasional, termasuk Satgas PASTI, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), dan Frontier+, sebagai model bagi negara-negara lain dalam memperkuat penanganan penipuan daring. Kamboja menunjukkan minat untuk mempelajari tren tersebut, khususnya pengalaman Indonesia terkait program Frontier+, sedangkan Turki menyatakan ketertarikan untuk mendalami Satgas PASTI dan IASC.
Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi internasional demi menanggulangi penipuan daring yang kian meningkat, dengan harapan pendekatan ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warganya. Koordinasi lintas negara diharapkan bakal membawa dampak signifikan dalam mempercepat proses penanganan dan penegakan hukum terhadap pelaku penipuan.