Monotoneminimal.com – Baliho promosi film “Aku Harus Mati” mulai ditertibkan karena dinilai dapat membahayakan kesehatan mental masyarakat. Tindakan ini dilakukan merujuk pada pernyataan psikiater Lahargo Kembaren yang menyoroti tingginya tingkat bunuh diri, terutama di kalangan usia muda.
Bunuh diri kini menjadi salah satu penyebab utama kematian di berbagai belahan dunia. Kembaren menyatakan bahwa banyak individu terlihat menjalani kehidupan normal, tetapi di dalam pikiran mereka terdapat perjuangan yang berat. Penyebaran informasi tentang bunuh diri, yang dikenal dalam psikologi dengan istilah “suicide contagion”, bisa memicu perilaku serupa pada orang yang rentan.
Fenomena ini dikenal sebagai “werther effect,” di mana konten yang menggambarkan kematian dapat memperkuat pikiran negatif yang sudah ada pada individu. Kembaren menekankan bahwa paparan berulang terhadap istilah dan gambaran yang berkaitan dengan kematian dapat membuat pemikiran tersebut semakin kuat, terutama bagi mereka yang mengalami depresi atau gangguan kecemasan.
Ia memberikan contoh bahwa seseorang yang terpapar konten visual berpotensi menganggap kematian sebagai satu-satunya jalan keluar. Judul film yang muncul di baliho dapat memicu pemikiran terkait kematian, yang sangat berisiko bagi remaja dan individu dalam kondisi emosional yang rentan.
Paparan visual dramatis dinilai dapat meningkatkan kemungkinan imitasi perilaku bunuh diri, yang menjadi ancaman serius bagi kalangan muda. Oleh karena itu, penertiban baliho film ini dianggap perlu untuk melindungi kesehatan mental masyarakat, khususnya anak-anak. Kembaren mengingatkan pentingnya kesadaran akan dampak dari konten yang disebarluaskan di media.