Monotoneminimal.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengungkapkan bahwa terdapat delapan penyelenggara pinjaman daring (pindar) yang kini berada dalam pengawasan khusus. Pengawasan ini dilakukan terutama disebabkan oleh masalah permodalan dan tingginya tingkat risiko kredit macet secara agregat (TWP90). Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Agusman, menyatakan bahwa setiap penyelenggara yang terdeteksi memiliki masalah tersebut akan diminta untuk melakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dalam berita lain, Indonesia membuka peluang kepada perusahaan-perusahaan Rusia untuk ikut serta dalam pengembangan koridor perkeretaapian strategis. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan bahwa transportasi menjadi urat nadi penghubung berbagai wilayah dalam negara kepulauan ini.
OJK juga telah memanggil PT Anugerah Digital Indonesia, penyelenggara layanan pinjaman daring “Solusiku”, untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pelanggaran dalam proses penagihan. Langkah ini merupakan tindak lanjut atas pengaduan konsumen yang diterima melalui Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK).
Selain itu, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, pengawasan ini bertujuan agar fasilitas pendidikan itu dapat digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027.
Terakhir, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menginformasikan bahwa Amerika Serikat berencana mengabulkan 18 permohonan pengecualian tarif yang diajukan Indonesia. Ini diharapkan dapat memberikan stimulus ekonomi yang signifikan bagi sektor industri nasional, mengurangi biaya ekspor, dan meningkatkan daya saing produk unggulan Indonesia di pasar domestik AS.