Monotoneminimal.com – Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, menyatakan bahwa penyelenggaraan Program Ekspedisi Patriot 2026 di Manokwari, Papua Barat, bertujuan untuk mempercepat hilirisasi produk lokal sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini bertujuan tidak hanya untuk riset, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat lokal dan transmigran dalam mengembangkan potensi ekonomi dengan pendampingan dari Universitas Airlangga.
Menurut Suryanagara, pengembangan kajian dan riset harus menghasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi. Transformasi program ini diyakini dapat membantu warga lokal memahami cara memaksimalkan potensi sumber daya alam (SDA) yang tersedia. Berbagai produk inovatif telah dihasilkan, seperti selai dan dodol dari buah matoa, pakan ternak dari pelepah sawit, serta makanan ringan dari cabai dan tomat.
Dari hasil kerja tim yang baru sebulan berada di Manokwari, Suryanagara melaporkan hasil yang sangat menggembirakan, termasuk pengolahan sambal cabai yang tahan lama. Ke depannya, Kementerian Transmigrasi akan terus memantau produktivitas masyarakat dalam mengembangkan potensi pangan lokal, dengan harapan perluasan pemasaran produk ini bisa didorong oleh peningkatan produksi berskala industri.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, juga mengapresiasi program ini karena telah memberikan pelatihan bagi masyarakat lokal untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Ketersediaan SDA yang melimpah di Papua belum dimanfaatkan secara optimal, dan kehadiran Tim Ekspedisi Patriot memberikan harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Diharapkan dengan peningkatan kualitas dan jumlah produksi, pembangunan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai sebagaimana diharapkan.