Monotoneminimal.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengonfirmasi bahwa suku bunga untuk program rumah subsidi akan tetap stabil di angka 5 persen. Penegasan ini disampaikan pada Jumat di Jakarta, di tengah kondisi ekonomi yang berfluktuasi dan peningkatan suku bunga Bank Indonesia (BI Rate).
Maruarar menekankan bahwa meski terjadi perubahan di pasar, pemerintahan berkomitmen untuk menjaga suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) agar tetap terjangkau oleh masyarakat, khususnya bagi golongan berpenghasilan rendah. “Negara hadir bagi rakyat,” ujarnya, menunjukkan dukungan pemerintah terhadap kebutuhan perumahan yang terjangkau.
Dalam rapat bersama Danantara Indonesia, Maruarar juga membahas langkah-langkah strategis terkait Program 3 Juta Rumah yang merupakan prioritas nasional. Hingga saat ini, penyaluran FLPP telah mencapai 78.277 unit dari target tahunan sebanyak 350.000 unit, atau sekitar 22,36 persen.
Lebih lanjut, Menteri PKP mengungkapkan rencana kebijakan tenor KPR FLPP yang diperpanjang hingga 40 tahun, sebuah langkah yang telah dikomunikasikan secara intensif dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam rapat tersebut, turut didiskusikan pendataan inventaris rumah susun milik BUMN serta Program Gentengisasi yang mendapatkan dukungan dari sektor perbankan.
Kerja sama dalam proyek rumah susun Meikarta juga menjadi sorotan, dengan langkah-langkah strategis yang sedang direncanakan untuk memastikan kelancaran proses hibah dan verifikasi legalitas tanah. Rapat ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian isu-isu strategis di sektor perumahan, dengan dukungan Instruksi Presiden yang sedang dalam penyusunan.