Monotoneminimal.com – Pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, serta Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian, mendapat sambutan positif dari Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi. Ia menilai, kedua menteri ini memiliki potensi untuk mewujudkan visi pemerintah dalam memajukan perekonomian nasional.
Abdul Rahman mengungkapkan bahwa hilirisasi yang dikoordinasikan oleh Bahlil dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia. Proses ini dapat memperluas pengolahan bahan mentah menjadi produk setengah jadi maupun jadi yang berasal dari sektor mineral, pertanian, dan perikanan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara hilirisasi dan industrialisasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sarmuji diminta untuk menjadikan sektor industri sebagai mesin pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Keduanya, menurut Abdul Rahman, memiliki keterkaitan erat yang bisa menggerakkan agenda perekonomian yang lebih progresif. Abdul Rahman percaya bahwa fokus pada industri padat teknologi dan padat karya dapat berjalan beriringan, meningkatkan produktivitas sembari menciptakan kesempatan kerja.
Di sisi lain, Abdul Rahman juga menyoroti kebutuhan akan pengembangan industri substitusi impor. Hal ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas produksi nasional dan mengurangi ketergantungan pada produk luar negeri. Dengan pasar domestik yang besar dan tenaga kerja yang tersedia, ia melihat peluang besar bagi industri tersebut.
Abdul Rahman menyimpulkan bahwa kolaborasi ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan terhadap visi pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan oleh Presiden, menguatkan industri, dan meningkatkan kesempatan kerja di Indonesia.