Monotoneminimal.com – Korea Selatan saat ini tengah meninjau kemungkinan pengerahan pasukan ke Selat Hormuz, meskipun belum ada keputusan final yang diambil. Kantor Kepresidenan Korsel menegaskan bahwa opsi ini masih dalam tahap evaluasi mendalam untuk menentukan kontribusi militer di jalur perairan yang strategis tersebut.
Seorang juru bicara mengungkapkan bahwa pemerintah Korsel sedang menjalankan seluruh prosedur formal guna mengkaji langkah ini. Pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat (4/9) menambahkan, “Korsel dapat mempertimbangkan untuk berkontribusi dalam situasi di Selat Hormuz selama hal tersebut tidak mengganggu kesiapan militernya yang ada saat ini.”
Pernyataan ini muncul sebagai respon terhadap laporan dari media lokal yang menyatakan bahwa pihak militer telah melakukan sejumlah persiapan teknis untuk pengerahan pasukan. Sesuai regulasi nasional, setiap pengiriman militer ke luar negeri harus melalui tiga tahapan: persetujuan Dewan Keamanan Nasional, pembahasan di tingkat kabinet, dan persetujuan dari Majelis Nasional. Usulan pengerahan ini diperkirakan dapat diajukan ke parlemen pada bulan ini.
Ada indikasi bahwa ini mencerminkan perubahan dalam posisi diplomasi Korsel. Sebelumnya, pemerintah hanya akan mempertimbangkan pengiriman pasukan setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mereda. Intensifikasi persiapan militer ini terjadi seiring dengan tekanan yang berlanjut dari Presiden AS.
Sumber dari Kementerian Pertahanan menyebutkan bahwa skema yang dirancang mencakup penggunaan pesawat patroli maritim, tim penjinak bahan peledak, dan kapal logistik Angkatan Laut. Selain itu, pejabat senior militer Korsel juga mengonfirmasi aktifnya koordinasi dengan negara-negara sekutu untuk menentukan lokasi transit dan pangkalan operasional di kawasan Teluk.