Monotoneminimal.com – Pelaksanaan ibadah haji 2026 di Arab Saudi menunjukkan kemajuan yang signifikan, terutama dalam manajemen mobilitas jemaah di fase penting menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Kepala Daerah Kerja Mekah, Ihsan Faisal, menyatakan bahwa pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina pada 10 Zulhijjah berjalan lancar, dengan seluruh jemaah berhasil dievakuasi tepat waktu.
Setelah prosesi wukuf di Arafah, jemaah haji Indonesia mulai berangkat ke Muzdalifah sejak sore hari. Menurut Ihsan, proses evakuasi ini dimulai pada pukul 07.00 waktu setempat, lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai pukul 07.30. Keberhasilan ini berkat kedisiplinan jemaah dan kerja keras petugas yang menerapkan strategi mitigasi untuk menghindari keterlambatan.
Sistem pembukaan dua jalur di Muzdalifah menjadi salah satu kunci efektifitas dalam memperlancar arus pergerakan jemaah menuju Mina. Kedisiplinan jemaah dalam mengikuti instruksi petugas menjadi faktor mendukung kelancaran proses ibadah selanjutnya.
Di Mina, infrastruktur di lokasi Jamarat telah diperbarui dengan penerapan sistem arus searah untuk meningkatkan keselamatan jemaah. Jamarat kini memiliki tiga lantai, dan jemaah haji Indonesia mayoritas diarahkan ke lantai tiga yang lebih strategis.
Sementara itu, jemaah diimbau untuk menjaga stamina dan disiplin selama masa mabit di Mina. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan tetap prima. Di hari Tasyrik pertama, jemaah dijadwalkan melontar tiga jumrah secara bertahap, meski pihak penyelenggara mengingatkan agar tidak melontar pada waktu-waktu puncak guna menghindari risiko kelelahan dan dehidrasi akibat suhu panas ekstrem.