Monotoneminimal.com – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperluas upaya penanganan krisis lingkungan dengan menggandeng gerakan moral lintas agama yang tergabung dalam Siaga Bumi. Kerjasama ini diusulkan untuk memanfaatkan nilai-nilai budaya dan agama dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengungkapkan komitmen tersebut dalam sebuah dialog dengan delegasi Siaga Bumi di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2023. Pertemuan ini menyoroti pentingnya pendekatan budaya yang mendukung solusi teknis dalam mengatasi ancaman keruntuhan ekologi.
Siaga Bumi, yang berdiri sejak 2015, dibentuk untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di antara umat beragama. Prof. Din Syamsuddin, Ketua Dewan Pengarah Siaga Bumi, menjelaskan bahwa gerakan ini melibatkan lintas organisasi keagamaan, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), di mana mereka berkolaborasi dalam berbagai program, seperti Eco Rumah Ibadah yang fokus pada pengelolaan lingkungan sekitar rumah ibadah.
Dukungan juga datang dari berbagai akademisi, termasuk Universitas Nasional, dengan tujuan untuk memperkuat pemahaman dan tindakan atas isu lingkungan. Dalam kesempatan ini, Paus Leo XIV memberikan dukungan terhadap gerakan tersebut, menegaskan bahwa keadilan lingkungan adalah masalah sosial yang harus ditangani secara serius.
Menteri Jumhur juga menegaskan strategi Kementerian yang tengah mengembangkan program Pertaubatan Nasional Ekologis, yang mencakup penanaman 2 miliar pohon dan pemeriksaan industri yang merusak lingkungan. Ia menyatakan bahwa krisis lingkungan menciptakan peluang kolaborasi yang lebih kuat dari berbagai sektor.
Kesepakatan di akhir pertemuan menegaskan bahwa penyelesaian krisis ekologis memerlukan perubahan budaya dan perilaku masyarakat secara berkelanjutan. Diharapkan, langkah-langkah edukasi dan responsif dapat membawa perubahan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.