Monotoneminimal.com – Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), menyampaikan kemarahan terkait tuduhan yang menyebut dirinya menistakan agama Kristen dalam sebuah ceramah di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 18 April 2026. JK merasa perlu mengklarifikasi pernyataannya yang diambil di luar konteks.
Dalam acara tersebut, JK menjelaskan bahwa ceramahnya ditujukan untuk jemaah Muslim di masjid, serta menyentuh tema Ramadan yang memiliki makna religius bagi umat Islam. “Hanya orang Muslim yang hadir di masjid ini, di kampus, sehingga lingkungannya terbatas. Itulah yang perlu dipahami,” ujarnya.
Sebelum memberikan penjelasan, JK menayangkan video yang menggambarkan konflik di Indonesia, terutama di Maluku dan Poso, yang menurutnya sangat mengerikan. Ia menekankan bahwa isu agama sering menjadi pemicu dalam konflik-konflik tersebut. “Apa yang terjadi di sini adalah bukti betapa mengerikannya konflik yang melibatkan agama,” kata JK, merujuk pada peran umat Islam dan Kristen dalam situasi tersebut.
JK mengingatkan pentingnya memahami pesan-pesan perdamaian dan toleransi di tengah gesekan yang ada. Kejadian ini menjadi sorotan, terutama karena JK dikenal sebagai tokoh yang berupaya menjaga kerukunan antarumat beragama, dan pengamat mengimbau agar semua pihak menghindari politisasi isu agama demi kepentingan pribadi. Sebagai akhir, Jusuf Kalla berharap agar masyarakat lebih bijak dalam menanggapi isu-isu sensitif yang dapat memicu perpecahan.