Monotoneminimal.com – Anggota biro politik Hamas, Dr. Bassem Naeem, menegaskan bahwa perjanjian gencatan senjata yang ada dengan jelas mencakup rencana pengerahan pasukan stabilisasi internasional. Langkah ini telah mendapat dukungan dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Namun, Naeem menyebutkan bahwa proses ini saat ini terhenti tanpa adanya indikasi yang jelas mengenai tercapainya kesepakatan tentang identitas, peran, dan tugas pasukan tersebut.
Naeem menjelaskan bahwa upaya untuk membentuk pasukan internasional telah di bawah pengawasan Amerika Serikat, namun hingga kini tidak ada kemajuan signifikan dalam hal keterlibatan praktis. Dia mengungkapkan bahwa kurangnya kejelasan mengenai mandat, ruang lingkup pekerjaan, serta aturan keterlibatan menjadi faktor penghalang utama. Selain itu, tidak adanya dokumen yang jelas terkait intervensi pasukan ini juga menjadi penyebab stagnasi.
Dalam pernyataan yang disampaikannya kepada surat kabar Felastin pada hari Rabu, Naeem menekankan bahwa posisi Hamas tetap konsisten dan teguh. Dia menuntut agar semua pihak terkait menjaga komitmen terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah disepakati.
Kondisi ini menggambarkan tantangan besar dalam upaya mencapai perdamaian yang berkelanjutan di wilayah yang penuh ketegangan ini. Kehadiran pasukan stabilisasi internasional diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meredakan konflik, namun saat ini situasi terlihat rumit dan membutuhkan kerjasama aktif dari semua pihak. Seiring berkembangnya situasi, perhatian dunia tetap tertuju pada kemajuan yang dapat dicapai untuk mencapai stabilitas di kawasan tersebut.