Monotoneminimal.com – Imbas pemangkasan impor minyak Rusia, tanker minyak mentah kini terjebak di laut tanpa tempat untuk membongkar kargo. Kondisi ini terjadi karena India, yang sebelumnya menjadi salah satu pasar penting bagi minyak Rusia, mengalami penurunan signifikan dalam pembeliannya. Sejak invasi Ukraina, Rusia berupaya menghidupkan kembali pasar India, namun kini menghadapi tantangan besar.
Menurut data terbaru yang dilaporkan oleh Bloomberg, Rusia mengirimkan 3,42 juta barel minyak per hari selama periode empat minggu yang berakhir pada 11 Januari 2026. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 450.000 barel per hari dibandingkan dengan puncak pada bulan Desember. Penurunan ini mencerminkan tekanan yang ditimbulkan oleh sanksi Barat terhadap pendapatan energi Kremlin.
Pada bulan Desember 2025, impor minyak mentah Rusia oleh India turun sebesar 29% dibandingkan bulan sebelumnya, mencapai level terendah sejak diberlakukan batas harga oleh G7 sebesar USD60 per barel pada Desember 2022. Hal ini menjadi indikasi nyata dampak perlambatan permintaan dari India.
Reliance Industries, perusahaan yang mengelola kompleks penyulingan terbesar di dunia yang terletak di Jamnagar, menjadi salah satu faktor utama arus penurunan ini. Pada Desember, mereka mengurangi separuh pasokan minyak mentah Rusia, dengan semua pengiriman yang diterima berasal dari Rosneft dan dilakukan berdasarkan kontrak sebelum sanksi AS diberlakukan. Reliance juga mengonfirmasi bahwa mereka tidak mengharapkan adanya pengiriman minyak mentah Rusia pada bulan Januari ini.
Kondisi ini menunjukkan betapa rapuhnya posisi Rusia di pasar minyak global akibat sanksi dan pergeseran kebijakan dari negara pembeli utama.