Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada hari Senin, dipicu oleh kebijakan baru mengenai harga saham terendah yang diubah dari Rp50 menjadi Rp1 per saham. Puluhan saham unggulan, yang tergabung dalam Indeks LQ45, juga tercatat mengalami penurunan.
IHSG dibuka dengan melemah 32,14 poin atau 0,51 persen menjadi 6.209,75. Sementara itu, Indeks LQ45 turun 4,17 poin atau 0,67 persen ke level 616,94. Dalam analisisnya, Liza Camelia Suryanata, Kepala Riset Kiwoom Sekuritas, menyebutkan bahwa dalam jangka pendek, IHSG berpotensi akan menguji area support di kisaran 6.186 hingga 6.113, dengan support berikutnya di sekitar 6.029. Jika terjadi rebound, IHSG perlu mencapai kembali level 6.290 sebelum menembus area 6.328 hingga 6.368.
Kebijakan baru tentang harga saham yang lebih rendah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas pasar serta memberikan price discovery yang lebih baik di antara saham-saham yang sebelumnya stagnan. Di sisi lain, pemerintah juga memperbarui aturan mengenai pengelolaan surplus dan defisit kas, melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 67 Tahun 2026, yang mulai berlaku per 8 September 2026.
Secara global, investor masih mencermati perkembangan hubungan antara Amerika Serikat dan Iran, terutama terkait potensi kesepakatan damai, yang dapat mempengaruhi jalur perdagangan energi. Selain itu, ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan menerapkan kebijakan moneter yang lebih ketat untuk meredam inflasi turut memengaruhi sentimen pasar. Di pasar Asia, indeks seperti Nikkei dan Shanghai menunjukkan pergerakan bervariasi, mencerminkan ketidakpastian dalam perekonomian global.