Monotoneminimal.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan pada sesi penutupan Selasa sore, naik sebesar 108,24 poin atau 1,74 persen, mencapai level 6.340,02. Kenaikan ini dipicu oleh valuasi saham yang relatif murah di Indonesia serta optimisme terhadap laporan keuangan emiten untuk semester I-2026.
Sebagaimana diungkapkan oleh Hendra Wardana, pengamat pasar modal, ada tiga faktor kunci yang dapat menentukan keberlanjutan penguatan IHSG. Pertama, konsistensi aliran dana asing yang masuk ke pasar. Kedua, stabilitas nilai tukar rupiah di bawah level Rp18.000 per dolar AS. Ketiga, kemampuan emiten dalam mencatatkan performa keuangan yang melebihi ekspektasi pasar.
Hendra menilai adanya koreksi di pasar global, terutama saham teknologi yang sebelumnya melonjak karena euforia kecerdasan buatan, memberi peluang bagi investor untuk beralih ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Pasar saham di Indonesia dipandang menarik dengan valuasi yang lebih kompetitif dibandingkan kawasan lainnya, menyusul kondisi makroekonomi yang stabil.
Dari segi sektor, sepuluh dari sebelas sektor indeks mencatatkan penguatan, dipimpin oleh sektor energi yang melonjak 3,58 persen. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi satu-satunya sektor yang mengalami penurunan, dengan penurunan sebesar 1,23 persen.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak hampir 2,9 juta kali dengan total nilai transaksi mencapai Rp21,54 triliun. Pada sesi perdagangan tersebut, 439 saham mengalami kenaikan, 221 saham mengalami penurunan, dan 305 saham tidak bergerak.
Investor juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap risiko, terutama terkait fluktuasi nilai tukar rupiah, yang jika menembus level psikologis dapat berdampak negatif pada pasar keuangan domestik.