Monotoneminimal.com – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), anak usaha Garuda Indonesia Group, mencatatkan laba bersih sebesar 33,9 juta dolar AS (sekitar Rp570 miliar) pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan 26,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 26,9 juta dolar AS (Rp451 miliar). Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, mengungkapkan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari transformasi operasional yang terus dilakukan sepanjang tahun.
GMF juga menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Mei, dengan kehadiran lebih dari 93 persen pemegang saham. Di dalam rapat tersebut, berbagai keputusan strategis disetujui, termasuk penyesuaian anggaran dasar perusahaan.
Dari segi pendapatan, GMF meraih 491,9 juta dolar AS (Rp8,25 triliun) pada 2025, meningkat 16,8 persen dari tahun sebelumnya. Total aset perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, mencapai 813 juta dolar AS (Rp13,6 triliun), naik 91,5 persen. Perbaikan struktur permodalan terlihat dari ekuitas yang berbalik menjadi positif setelah sebelumnya negatif.
Keberhasilan GMF dalam meningkatkan kinerja finansial didukung oleh tindakan korporasi, termasuk inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun. Selain itu, pada sektor perawatan pesawat, GMF berhasil menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 dan dua pesawat Airbus A330 sebagai bagian dari sinergi dalam mendukung armada penerbangan nasional.
Manajemen GMF optimis untuk tetap mempertahankan momentum pertumbuhan ini di tahun 2026, menargetkan pendapatan tahunan sebesar 542,8 juta dolar AS dan laba bersih 35,1 juta dolar AS, melalui strategi transformasi dan penguatan operasional perusahaan.