Monotoneminimal.com – CEO Ford Motor Company, Jim Farley, mengingatkan Amerika Serikat untuk dengan cermat mempertimbangkan setiap langkah yang memungkinkan produsen otomotif Tiongkok memasuki pasar dalam negeri. Dalam pernyataannya, Farley mengacu pada pengalaman Eropa sebagai pelajaran penting bagi industri otomotif global.
Farley menyoroti bagaimana produsen mobil Tiongkok telah berhasil memperluas kehadiran mereka di Eropa, yang berakibat pada penurunan pangsa pasar bagi produsen lokal. Dia mencemaskan bahwa negara-negara Eropa kini menghadapi tantangan besar akibat meningkatnya dominasi merek-merek asal Tiongkok.
Meski menunjukkan sikap hati-hati terhadap masuknya perusahaan Tiongkok ke AS, Farley menegaskan bahwa Ford bersedia menjalin kolaborasi di bidang-bidang tertentu yang dapat memberikan manfaat bagi operasional mereka. Ia menyatakan bahwa kemitraan strategis dengan perusahaan Tiongkok akan dieksplorasi jika hal tersebut mampu menekan biaya atau melengkapi keahlian yang belum dimiliki oleh Ford.
Jim Farley menegaskan pentingnya strategi matang guna melindungi industri otomotif domestik dari dampak negatif yang mungkin ditimbulkan oleh kehadiran produsen mobil Tiongkok. Dengan situasi ini, Ford berupaya untuk tetap kompetitif, sambil tetap membuka peluang kolaborasi yang saling menguntungkan. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu Ford dalam mempertahankan posisi mereka di pasar mobil AS yang semakin kompetitif.