Monotoneminimal.com – Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (DRC) telah menewaskan lebih dari 200 orang, dengan 10 kematian terkonfirmasi dan 223 kematian yang diduga terjadi sejak wabah diumumkan pada 15 Mei 2023. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menegaskan bahwa penularan penyakit ini masih bisa dihentikan saat ia tiba di Kinshasa untuk memimpin upaya penanggulangan.
WHO mencatat lebih dari 1.000 kasus Ebola, dengan peringatan bahwa penyebaran virus bisa jauh lebih luas dari data yang terdeteksi. Tedros menanggapi larangan perjalanan yang diusulkan, menganggapnya tidak efektif, dan berkomitmen untuk mendukung penanganan wabah ini.
Kondisi di DRC semakin rumit akibat konflik bersenjata yang berlangsung di Provinsi Ituri, kawasan yang kaya mineral tetapi dilanda kekerasan oleh berbagai kelompok bersenjata. Pertempuran meningkat setelah kelompok M23 yang didukung Rwanda merebut sebagian wilayah. Dalam konteks ini, Tedros meminta pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk melakukan gencatan senjata demi kelancaran misi kemanusiaan.
“Konflik dan perpindahan penduduk memperburuk keadaan,” kata Tedros, seraya menyerukan agar semua pihak menghentikan pertempuran demi menyelamatkan nyawa orang-orang yang rentan.
Saat ini, belum ada vaksin atau pengobatan medis yang tersedia untuk varian Bundibugyo yang menjadi penyebab wabah kali ini. Africa CDC menargetkan pengembangan vaksin dan obat baru siap pada tahun 2026. Sementara itu, bantuan logistik dari WHO dan UNICEF telah sampai di Ituri. Di sisi lain, negara tetangga Uganda telah menutup perbatasan setelah mencatat satu kematian terkonfirmasi akibat virus ini. Amerika Serikat juga mengambil tindakan pencegahan dengan melarang pengidap virus memasuki wilayahnya dan merencanakan fasilitas perawatan di Kenya, yang menuai penolakan dari kelompok hak asasi manusia.