Monotoneminimal.com – Ferrari mengumumkan peluncuran mobil listrik pertamanya, Ferrari Luce, yang memicu reaksi beragam di dunia otomotif. Tak hanya penggemar, bahkan para investor memberikan respons negatif yang terlihat dari penurunan harga saham perusahaan. Kejadian ini menarik perhatian publik, termasuk komentar dari Vatikan yang diwakili oleh Paus Leo XIV.
Desain Luce yang inovatif menjadi salah satu penyebab kontroversi. Mobil ini hadir sebagai crossover lima pintu dengan estetika yang membedakan bodi menjadi dua bagian, seolah ada “cangkang” yang melindungi kabin penumpang. Pietro Virgolin, sebagai Product Manager Ferrari, menyatakan bahwa desain tersebut merupakan hasil kebutuhan teknis untuk menyimpan baterai besar dan sistem penggerak dengan empat motor.
Virgolin menjelaskan lebih lanjut, “Bentuk mengikuti fungsi.” Luce dirancang untuk menawarkan kabin yang lebih luas, bahkan mampu menampung tiga orang di baris kedua, suatu hal yang tidak mungkin dilakukan pada model Ferrari bermesin bensin yang umumnya terhalang oleh komponen transmisi.
Peluncuran ini, yang berlangsung di Jakarta, menjadi sorotan utama bagi para pengamat industri otomotif. Mungkin kehadiran Luce sebagai kendaraan listrik pertama Ferrari akan memicu pergeseran dalam pendekatan mereka terhadap desain dan teknologi otomotif di masa depan. Namun, dengan adanya reaksi negatif dari berbagai pihak, tantangan bagi Ferrari untuk mengubah gambaran yang ada dan menjaga reputasi mereka di segmen mobil mewah menjadi lebih besar.
Ke depan, Ferrari diharapkan dapat menyempurnakan inovasi mereka dan menjawab ekspektasi pasar yang semakin tinggi terkait mobilitas ramah lingkungan.