Monotoneminimal.com – Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tengah mendorong upaya diversifikasi destinasi pariwisata. Tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian dari Labuan Bajo yang selama ini menjadi fokus utama, dan menggali potensi destinasi lain yang juga menarik untuk wisatawan.
Ketua Astindo NTT, Jeme Hungga Matalu, menyatakan bahwa NTT memiliki beragam pilihan wisata, mulai dari wisata bahari, budaya, hingga religius yang tersebar di berbagai pulau, termasuk Flores, Sumba, Timor, Alor, Rote, Sabu, dan Lembata. Jeme menekankan pentingnya diversifikasi untuk memastikan pertumbuhan pariwisata yang lebih merata dan berkelanjutan di seluruh NTT.
Pada 2 dan 5-8 Februari 2026, Astindo NTT berpartisipasi dalam acara promosi, seperti ASTINDO Jakarta Travel Exchange dan ASTINDO Travel Fair 2026, untuk memperkenalkan potensi wisata di luar Labuan Bajo kepada pengunjung. Kegiatan ini dianggap sebagai strategi komunikasi penting untuk menjaga kepercayaan pasar di tengah tantangan yang dihadapi sektor pariwisata saat ini.
Jeme juga menjelaskan bahwa penutupan sementara Taman Nasional Komodo tidak boleh dianggap sebagai penurunan aktivitas pariwisata di NTT secara keseluruhan, melainkan langkah prosedural demi keselamatan. Ia menegaskan bahwa banyak destinasi lain yang tetap beroperasi normal dan menawarkan pengalaman wisata menarik.
Astindo NTT berharap promosi ini akan mendukung keberlanjutan pariwisata dan memperluas manfaat ekonomi ke berbagai daerah, sekaligus memperkuat posisi NTT sebagai tujuan wisata yang tanggap dan berdaya tahan menghadapi berbagai tantangan dalam industri pariwisata.