Monotoneminimal.com – Asosiasi Batik Gumelem (ABG) dari Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengungkapkan bahwa partisipasi mereka dalam Dieng Culture Festival (DCF) 2026 berpotensi memperluas pangsa pasar Batik Gumelem hingga ke luar Pulau Jawa. Ketua ABG, Liana, menyatakan bahwa keikutsertaan dalam acara ini telah memberikan dampak positif, di mana banyak pembeli yang menghubungi kembali untuk melakukan pemesanan setelah melihat produk mereka.
Batik Gumelem, yang dihasilkan dari Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon, telah mengikuti DCF sebanyak lima kali. Liana menjelaskan bahwa selain transaksi langsung, pameran ini juga membuka peluang untuk menjalin jaringan dengan konsumen baru. Antusiasme pengunjung pada hari pertama Showcase UMKM pada Jumat (28/8) menunjukkan hasil yang menggembirakan. ABG menargetkan omzet penjualan tahun ini dapat menyamai atau melampaui mencapai sekitar Rp17 juta yang diraih tahun lalu.
Dengan melibatkan sekitar seratus perajin dalam produksinya, Batik Gumelem kini telah menembus pasar di berbagai daerah seperti Kalimantan Selatan, Makassar, dan Bali. Liana juga menyampaikan bahwa kepercayaan panitia DCF dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara untuk melibatkan Batik Gumelem dalam pembuatan selendang bagi pembeli tiket menunjukkan dukungan nyata bagi usaha para perajin.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto, Aswin Gantina, menambahkan bahwa DCF merupakan salah satu dari 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) dan diharapkan dapat membawa dampak ekonomi yang signifikan. Tahun lalu, perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp50 miliar, bahkan ditargetkan meningkat untuk tahun ini. KPwBI juga mendukung Showcase UMKM dengan menyediakan 37 stan yang menampilkan produk khas daerah. Keberhasilan pameran tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk pertumbuhan ekonomi lokal.