Monotoneminimal.com – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah mempercepat transformasi Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, guna meningkatkan konektivitas nasional. Tindakan ini melibatkan penguatan kapasitas pelabuhan dan penyusunan rencana pengembangan jangka panjang yang terintegrasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa upaya penguatan Pelabuhan Ketapang tidak hanya terfokus pada fasilitas fisik, tetapi juga pada pembangunan ekosistem konektivitas yang terpadu. Pengembangan akan mencakup kapasitas dermaga, pola operasi kapal, dan pengaturan lalu lintas untuk menghadapi pertumbuhan mobilitas masyarakat dan distribusi logistik ke depan.
Heru menyebutkan bahwa kejadian lonjakan kendaraan saat Angkutan Lebaran dan libur sekolah telah menunjukkan pentingnya peningkatan layanan yang tidak hanya mengandalkan optimalisasi operasional. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur dan tata kelola yang dapat mengantisipasi trafik jangka panjang menjadi prioritas utama.
Pelabuhan Ketapang merupakan simpul strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali, berperan penting dalam mobilitas masyarakat serta distribusi logistik. ASDP telah menyiapkan rencana pengembangan bertahap hingga 2029, yang mencakup berbagai proyek untuk meningkatkan efisiensi operasional, khususnya di lintas Ketapang-Gilimanuk.
Dalam audiensi dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dukungan terhadap penyusunan masterplan pelabuhan disampaikan. Khofifah menekankan pentingnya sinergi lintas pemangku kepentingan dan optimalisasi kawasan penyangga untuk mencapai sistem transportasi yang terintegrasi.
Melalui komitmen ini, ASDP berharap transformasi Pelabuhan Ketapang tidak hanya meningkatkan layanan publik, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan dalam jangka panjang.