Monotoneminimal.com – Arie Kriting menyoroti penyalahgunaan fitur Grok pada media sosial X, yang akhir-akhir ini menjadi viral di kalangan netizen. Dikenal sebagai alat kecerdasan buatan (AI), Grok sering digunakan untuk memodifikasi foto, namun penggunaannya justru berujung pada konten tak senonoh. Arie Kriting, komika terkenal, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap praktik tersebut melalui unggahan di akun X miliknya.
Pada Senin, 5 Januari 2026, Arie Kriting menegaskan, “SAYA TIDAK mengizinkan Anda untuk mengambil, memodifikasi, atau mengedit FOTO saya.” Pernyataan tersebut muncul sebagai respon terhadap maraknya permintaan dari pengguna yang mengubah gambar orang lain menjadi bentuk yang merugikan. Arie juga meminta pihak Grok untuk tidak memenuhi permintaan modifikasi foto miliknya oleh pihak ketiga.
Sejalan dengan Arie, penyanyi Bernadya juga menyuarakan kekhawatirannya terhadap fitur Grok yang menjadi alat bagi sebagian pengguna untuk melakukan pelecehan seksual. Keduanya menggarisbawahi pentingnya melindungi hak atas gambar pribadi dan mendesak pihak platform untuk lebih bertanggung jawab dalam menangani penyalahgunaan aplikasi tersebut.
Keberadaan fitur ini menuntut perhatian dari pengelola media sosial agar mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi penggunanya. Dengan meningkatnya kasus penyalahgunaan, diharapkan kebijakan yang ketat dapat diterapkan untuk mencegah efek negatif dari penggunaan alat kecerdasan buatan dalam konteks yang tidak semestinya. Isu ini semakin penting mengingat dampak sosial dan psikologis yang dapat ditimbulkan oleh penyebaran konten yang merugikan individu.