Monotoneminimal.com – Budidaya melon golden alisha di Aceh menjadi salah satu inisiatif yang mendorong perekonomian masyarakat setempat. Yayasan Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (Amanah) berperan aktif dalam mengembangkan proses budidaya serta pemasaran melon ini, di mana masyarakat setempat dilibatkan langsung dalam kegiatan tersebut. Hal ini disampaikan oleh Ketua Amanah, Syaifullah Muhammad, dalam acara di Aceh Besar pada hari Sabtu.
Amanah, yang didirikan sebagai pusat kreativitas dan inovasi untuk generasi muda di Aceh, berlokasi di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Yayasan ini diinisiasi oleh Badan Intelijen Negara (BIN) saat pelaksanaan PON Aceh-Sumut 2024. Menurut Syaifullah, saat ini panen melon dilakukan setiap tiga bulan sekali dengan dua dari enam greenhouse yang telah beroperasi. Setiap kali panen, hasil mencapai omzet sekitar Rp36 juta.
Seluruh hasil panen melon golden alisha yang dijual seharga Rp30.000 per kilogram, dapat diserap sepenuhnya oleh pasar meskipun masih terbatas untuk konsumen yang berkunjung ke lokasi. Syaifullah menyatakan bahwa pendapatan dari penjualan digunakan untuk membeli bibit baru dan biaya operasional. Selain itu, budidaya ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi siswa di Aceh.
Namun, pengembangan melon di Amanah dirasa belum optimal untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. Dengan demikian, ada rencana untuk meningkatkan produksi di semua greenhouse, serta membina masyarakat sekitar untuk memperluas penanaman melonnya agar dapat memasuki pasar supermarket. Syaifullah menegaskan bahwa standarisasi produksi akan menjadi prioritas untuk menciptakan akses pasar yang lebih besar di masa depan.