Monotoneminimal.com – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pengaruh besar di kancah internasional. Hal ini disampaikan dalam Konvensi Nasional XVII Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) yang berlangsung di President University, Jababeka, Cikarang, Jawa Barat.
Dalam konferensi tersebut, AHY menekankan pentingnya Indonesia untuk memiliki kemandirian strategis dan berpengaruh dalam tatanan regional serta global, terutama di tengah meningkatnya rivalitas antara Amerika Serikat dan China. Perubahan pola aliansi serta munculnya kekuatan-kekuatan baru di dunia menuntut Indonesia menjalankan politik luar negeri secara aktif dan substantif.
Menurut AHY, prinsip “bebas aktif” dalam politik luar negeri bukan berarti menjauh dari dinamika global. Sebaliknya, hal ini seharusnya meningkatkan kesempatan diplomasi tanpa mengorbankan independensi negara. Ia menjelaskan, bebas aktif tidak berarti pasif atau netral, tetapi harus berorientasi pada kerjasama dengan berbagai kekuatan dunia sambil tetap memprioritaskan kepentingan nasional.
AHY juga mengungkapkan bahwa status Indonesia sebagai negara besar—dari segi wilayah, populasi, hingga sumber daya—harus diimbangi dengan kemampuan untuk memengaruhi agenda internasional. Untuk ini, ia menegaskan bahwa Indonesia perlu memperkuat aspek fundamental seperti ekonomi, teknologi, pertahanan, dan diplomasi, serta pemimpin di kawasan ASEAN dan forum multilateral lainnya.
Mendorong Indonesia menjadi sebuah “influential middle power” dianggap penting untuk memastikan posisi strategis negara di tingkat internasional, terutama dengan tantangan dan dinamika saat ini yang semakin kompleks.