Monotoneminimal.com – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) tengah merancang proyek percontohan kemitraan plasma sawit dengan petani yang bernaung dalam koperasi di Sumatera Utara. Langkah ini diungkapkan oleh Direktur Utama Agrinas, Mohammad Abdul Ghani, dalam sebuah seminar di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, pada Selasa (10/10).
Proyek ini bertujuan untuk menjadi model kemitraan yang bisa diterapkan di wilayah lain. Dengan dukungan Kementerian Koperasi, Agrinas berencana membangun kemitraan antara perusahaan dan petani koperasi. Ghani menjelaskan bahwa langkah ini juga sesuai dengan ketentuan yang mengharuskan setidaknya 20 persen areal yang dikelola diperuntukkan bagi kebun sawit rakyat.
Dalam pernyataannya, Ghani menegaskan pentingnya kolaborasi dengan koperasi, baik sebagai vendor maupun dalam pengembangan kebun plasma sawit. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keseluruhan pengelolaan kebun, memberi kesempatan bagi koperasi di berbagai daerah untuk bergabung sebagai mitra.
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, juga menyampaikan pentingnya pengembangan sawit berbasis koperasi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya petani. Ia berharap kerja sama ini dapat menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sawit, menciptakan dampak ekonomi yang lebih besar di masyarakat. Contoh sukses seperti KUD Sejahtera Banyuasin, yang berhasil membangun pabrik pengolahan minyak sawit (CPO), diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi koperasi lainnya.
Ferry menekankan bahwa dengan mengolah hasil sawit di dekat lokasi produksi, nilai tambah bagi hasil perkebunan akan lebih terdistribusi kepada petani dan masyarakat setempat. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat posisi koperasi dalam rantai hilirisasi industri sawit.