Monotoneminimal.com – Sebanyak 11 orang yang terlibat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, telah tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Penangkapan ini berlangsung dalam operasi yang bertujuan untuk memberantas praktik korupsi di pemerintahan daerah.
Rombongan yang terdiri dari sejumlah pejabat dan orang kepercayaan Fadia ini diangkut menggunakan bus pariwisata yang tiba di kawasan Gedung KPK sekitar pukul 21.05 WIB. Dengan ukuran bus yang cukup besar, kendaraan tersebut mengalami kesulitan untuk masuk ke area belakang gedung. Akibatnya, bus harus menggunakan pintu keluar KPK untuk menurunkan penumpangnya di bagian belakang gedung.
Setelah bus berhasil masuk, ke-11 orang yang diamankan langsung diturunkan. Meskipun awak media telah menunggu dan mengajukan pertanyaan, tidak ada satu pun dari mereka yang bersedia memberikan pernyataan. Hal ini mempersulit identifikasi, termasuk Sekretaris Daerah Kabupaten Pekalongan, Mohammad Yulian Akbar, yang juga ikut dalam rombongan tersebut. Seluruh orang yang dibawa ke KPK mengenakan masker, sehingga wajah mereka tidak dapat dikenali dengan jelas.
Dalam konteks ini, OTT mencerminkan upaya KPK untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di dalam pemerintahan daerah, terutama di tengah banyaknya kasus dugaan korupsi yang terjadi. Penangkapan ini diharapkan menjadi peringatan bagi pejabat lainnya untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik yang merugikan keuangan negara dan masyarakat. Penyelidikan lebih lanjut akan dilanjutkan untuk mengungkap lebih banyak fakta di balik kasus ini.