Monotoneminimal.com – Perusahaan-perusahaan China menunjukkan ekspansi yang signifikan ke luar negeri, khususnya ke kawasan ASEAN. Di Nanjing, Kang Dingwu, manajer umum sebuah perusahaan teknologi, mengungkapkan bahwa nilai ekspor perusahaan milik swasta di Jiangsu mencapai 556 juta yuan pada 2025. Angka ini mencerminkan lonjakan 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh permintaan meningkat di Asia Tenggara.
Kendaraan listrik buatan perusahaan tersebut, yang dilengkapi kanopi dan ruang kargo, mendapatkan perhatian luas di pasar ASEAN. Selain itu, Jiangsu Zhongyi Food Co., Ltd. berhasil meraih lonjakan permintaan setelah mulai mengekspor bebek utuh beku, dengan pengiriman kuartal pertama tahun ini melampaui 600 ton, empat kali lipat dari total pengiriman tahun lalu.
Situasi ini menggambarkan tren positif di sektor manufaktur, terutama di Distrik Xishan, Wuxi, yang menjadi pusat produksi sepeda listrik. Data menunjukkan pertumbuhan stabil dalam pengiriman ke negara-negara ASEAN. Tahun 2026 juga menandai peringatan lima tahun Kemitraan Strategis Komprehensif China-ASEAN, yang mendorong integrasi lebih dalam antara kedua wilayah meskipun dalam konteks ketidakpastian global.
Baru-baru ini, 785 unit peralatan teknik dari China dikirim ke Indonesia untuk mendukung pembangunan infrastruktur di ibu kota baru, Nusantara. Data perdagangan menunjukkan bahwa total ekspor luar negeri Jiangsu mencapai 1,59 triliun yuan pada kuartal pertama 2026, meningkat 17,2 persen. Dengan sektor teknologi tinggi sebagai pendorong utama, perusahaan-perusahaan semakin memperluas jaringan mereka.
Di tengah upaya memperkuat hubungan ekonomi ini, pejabat lokal berkomitmen untuk menyederhanakan regulasi dan memanfaatkan kebijakan guna membantu perusahaan dalam melakukan ekspansi. Eksperimen dan inovasi di berbagai sektor diharapkan membawa hasil yang lebih baik bagi perekonomian regional di masa depan.