Monotoneminimal.com – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengungkapkan kekecewaannya terhadap serangan militer Rusia yang menargetkan seluruh pembangkit listrik Ukraina. Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich, ia menyebut Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai “budak perang,” menyoroti dampak agresi yang telah mengakibatkan kerusakan besar pada infrastruktur energi negara tersebut.
Zelensky menegaskan bahwa serangan tersebut tidak hanya mempengaruhi penyediaan listrik, tetapi juga berkontribusi pada krisis kemanusiaan yang lebih luas. Dengan peringatan keempat invasi Rusia mendekat, ia menggambarkan situasi di Ukraina sebagai hasil dari kebijakan agresif Moskow yang memaksa jutaan orang untuk mengungsi.
Dalam pidatonya, Zelensky menarik paralel dengan Perjanjian Munich 1938, yang melibatkan konsesi teritorial dari negara-negara Eropa kepada Adolf Hitler. Ia menekankan bahwa negosiasi saat ini untuk menyelesaikan konflik Ukraina-Rusia serupa dan mengkhawatirkan. “Tidak ada satu pun pembangkit listrik di Ukraina yang tidak rusak akibat serangan Rusia,” ungkapnya, seraya menekankan bahwa meskipun dalam keadaan sulit, tim teknisi Ukraina tetap bekerja tanpa lelah untuk memulihkan pasokan listrik.
Zelensky juga kembali mendesak negara-negara Barat untuk segera mengirimkan sistem pertahanan udara guna melindungi infrastruktur vital Ukraina. Pernyataan ini muncul di tengah tuduhan dari Kyiv dan sekutu-sekutunya bahwa serangan Rusia dirancang untuk membekukan penduduk Ukraina, menciptakan penderitaan tambahan di tengah konflik yang berlangsung. Dengan seruan untuk dukungan internasional yang lebih kuat, Zelensky menunjukkan bahwa pertempuran melawan agresi tersebut adalah pertarungan untuk masa depan Ukraina yang merdeka.