Site icon monotoneminimal.com

WNA Minta Henti Tadarusan di Gili Trawangan, PBNU Ingatkan Adab

[original_title]

Monotoneminimal.com – Insiden melibatkan seorang perempuan warga negara asing (WNA) di Dusun Gili Trawangan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menarik perhatian ketika ia mengamuk akibat terganggu suara tadarus menggunakan pengeras suara. Hal ini memicu reaksi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), khususnya Ketua Bidang Keagamaan, Ahmad Fahrur Rozi atau yang akrab disapa Gus Fahrur.

Dalam keterangannya, Gus Fahrur menyatakan bahwa tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan dengan pengeras suara merupakan salah satu bentuk syiar Islam yang positif. Namun, ia menekankan pentingnya adab dan etika dalam pelaksanaan tersebut, terutama terkait kenyamanan warga sekitar.

“Penggunaan pengeras suara tidak boleh mengganggu masyarakat di sekitar masjid. Terutama pada larut malam, penggunaan pengeras suara luar sebaiknya dibatasi. Setelah jam 22.00, dianjurkan untuk menggunakan pengeras suara dalam masjid agar tidak mengganggu aktivitas tidur warga,” ujarnya pada Minggu (22/2/2026).

Gus Fahrur mengingatkan bahwa tindakan saling menghormati dan menjaga kenyamanan satu sama lain adalah kunci dalam berinteraksi antarwarga, terutama ketika berhubungan dengan ritual keagamaan yang melibatkan komunitas. Pernyataan ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak agar menjaga etika publik, terutama di daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan asing.

Insiden tersebut menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan kegiatan keagamaan di area publik yang padat penduduk, sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi dan pengertian antara penduduk lokal dan pengunjung. Dengan pendekatan yang baik, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Exit mobile version