Monotoneminimal.com – Seorang warga bernama Bambang Setiyawan (59) meninggal dunia diduga akibat penganiayaan yang terjadi saat bentrokan demonstrasi di Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, pada Jumat dini hari, 28 Agustus 2026. Kejadian tersebut berawal saat protes berlangsung di sekitar Gedung DPR, yang berujung pada ketegangan dan kerusuhan.
Dari informasi yang diperoleh, Bambang yang merupakan pemilik toko kaca, dilaporkan keluar rumah untuk memeriksa kondisi tokonya yang terletak tidak jauh dari lokasi bentrokan. Namun, hingga larut malam, ia tidak kunjung pulang. Istri korban, Sudarsi, mengekspresikan kegetiran hatinya setelah mengetahui bahwa suaminya telah meninggal setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Keluarga Bambang baru memperolehnya informasi terkait kematiannya setelah anak-anaknya melakukan pencarian. Sudarsi mengungkapkan bahwa kabar duka itu diketahui sekitar pukul tiga atau empat pagi, setelah anak-anaknya bertanya dan mencari keberadaan Bambang. Situasi ini menambah kesedihan di tengah kerusuhan yang terjadi.
Polda Metro Jaya juga mengkonfirmasi kematian Bambang dan menyatakan bahwa insiden ini merupakan salah satu yang disebabkan oleh tindakan kekerasan dalam demonstrasi tersebut. Kerusuhan yang terjadi di halaman DPR ini tidak hanya mengakibatkan luka-luka, tetapi juga mengganggu ketertiban umum serta merusak beberapa fasilitas publik. Pihak kepolisian terus menyelidiki kasus ini untuk mengungkap lebih banyak detail mengenai penganiayaan yang terjadi.
Insiden ini menimbulkan keprihatinan mengenai keamanan selama demonstrasi, yang seharusnya berlangsung damai. Kejadian ini memicu pertanyaan lebih jauh tentang perlunya pengawasan dan langkah-langkah keamanan yang lebih baik dalam menangani aksi protes di masa mendatang.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1-warga-tewas-saat-kerusuhan-demo-dpr-ini-kronologi-kejadiannya-qyx.jpg)