Monotoneminimal.com – Produk unggulan kawasan transmigrasi, terutama melon dari Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, didorong untuk menembus pasar global. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, saat menghadiri panen raya melon di Desa Tanjung Menang Raya, Jumat lalu. Ia menekankan bahwa Kabupaten Mesuji merupakan contoh nyata keberhasilan program transmigrasi yang telah berlangsung sejak era Presiden Soekarno.
Yoga mencatat, program tersebut telah berhasil mendirikan 1.567 desa dan 116 kabupaten/kota di Indonesia. Saat ini, terdapat 154 kawasan transmigrasi dengan komoditas unggulan yang berbeda-beda. Di Mesuji, selain melon, juga berkembang tanaman pisang dan singkong. Untuk mendukung pemasaran hasil pertanian, Kementerian Transmigrasi menggandeng beberapa off-taker dalam bentuk nota kesepahaman. Kerjasama ini bertujuan agar produk petani dapat dijual secara lebih luas, termasuk di Toko Krisna Bali.
Dengan adanya off-taker, diharapkan para petani di kawasan transmigrasi memiliki kepastian pasar untuk hasil pertanian mereka. Yoga menyatakan bahwa setiap kawasan transmigrasi memiliki kekhasan produk yang berguna bagi hilirisasi industri. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerjasama dengan investor untuk menciptakan dampak positif bagi ekonomi masyarakat lokal.
Bupati Mesuji, Elfianah, menambahkan bahwa kondisi lahan di daerahnya, yang terdiri dari lahan kering dan rawa gambut, menyimpan potensi besar untuk pertanian. Luas lahan sawah mencapai 29.167,8 hektare dengan produktivitas rata-rata 5,1 ton per hektare. Keberadaan kawasan transmigrasi di Mesuji diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dan mendukung ketahanan pangan di Provinsi Lampung.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/WhatsApp-Image-2026-01-23-at-9.38.04-PM.jpg)