Monotoneminimal.com – Dalam menjaga kualitas beras, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menggarisbawahi pentingnya disiplin dalam pengelolaan stok beras nasional, yang saat ini mencapai lebih dari 5,1 juta ton. Dalam kesempatan wawancara di Palembang, pada hari Kamis, Sudaryono menyatakan bahwa fokus pemerintah saat ini beralih dari peningkatan produksi menjadi pengelolaan cadangan agar beras tetap layak konsumsi.
Sudaryono menekankan tantangan yang dihadapi oleh Bulog, khususnya dalam menjaga kualitas beras. Ia menjelaskan bahwa ia telah melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi stok beras dan menemukan tidak ada kerusakan atau kelembaban. Namun, peningkatan signifikan dalam produksi beras memberikan tekanan pada kapasitas penyimpanan yang ada. Beberapa gudang Bulog di berbagai daerah sudah mencapai kapasitas penuh, sehingga pemerintah terpaksa menyewa fasilitas tambahan, termasuk penggilingan padi.
Di Sumatera Selatan, daerah yang menjadi sentra produksi pangan utama, terdapat sekitar 98 ribu ton cadangan beras yang diharapkan akan terus bertambah hingga akhir musim panen pada Mei 2026. Sudaryono memastikan bahwa stok beras di wilayah ini aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan program bantuan pangan pemerintah.
Guna mencegah lonjakan produksi sekaligus menjaga stabilitas harga, pemerintah berencana membangun sekitar 100 unit gudang dan fasilitas pengolahan beras di seluruh Indonesia. Untuk Provinsi Sumatera Selatan, ada alokasi pembangunan lima gudang baru, mengingat pentingnya daerah ini dalam konteks pangan nasional. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ketersediaan beras dapat terjaga, dan masyarakat tidak perlu khawatir mengenai pasokan beras ke depan.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1000138777.jpg)