Monotoneminimal.com – Kemandirian di sektor energi dan pangan menjadi fokus penting di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, mengungkapkan pandangannya terkait isu ini saat wawancara di Kantor Kementerian Perdagangan di Jakarta pada Rabu. Ia menegaskan perlunya Indonesia untuk berswasembada agar mampu bertahan dalam kondisi apa pun.
Roro menyampaikan kekhawatirannya terhadap situasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, yang berdampak pada negara-negara di Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Qatar. Meskipun demikian, ia optimis Indonesia dapat mengatasi tantangan dengan mengedepankan politik bebas-aktif dan menjalin hubungan harmonis dengan semua negara.
Dalam konteks ini, Roro menekankan pentingnya ketahanan energi dan pangan, yang sejalan dengan perluasan pasar ekspor. Salah satu langkah konkret adalah ekspor 2.280 ton beras yang ditujukan untuk jamaah haji Indonesia di Arab Saudi. Ekspor ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan jamaah, tetapi juga memperkenalkan produk pertanian lokal Indonesia ke pasar regional.
Beras yang diekspor merupakan hasil petani lokal yang telah diproses menggunakan unit penggilingan modern dan memenuhi standar internasional, termasuk sertifikasi halal. Upaya ini juga didukung oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, yang mewajibkan dapur penyedia konsumsi jamaah haji menggunakan Beras Bulog Befood Nusantara untuk musim haji 2026.
Roro menyatakan bahwa beras Indonesia sesuai dengan selera jamaah haji, menegaskan pentingnya memahami preferensi konsumen di luar negeri dalam meningkatkan daya saing produk dalam pasar internasional.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/IMG_0244.jpeg)