Monotoneminimal.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terus berkomitmen untuk meningkatkan daya saing produk industri Indonesia di pasar global. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung, mengungkapkan pemerintah sedang menyediakan infrastruktur penting untuk mendukung investasi di kawasan tersebut. Salah satu proyek utama adalah pembangunan jaringan pipa gas Dumai-Sei Mangkei yang menelan biaya sekitar Rp3,5 triliun, yang bertujuan memastikan pasokan energi terjamin bagi sektor industri.
Selain itu, pasokan listrik juga diperkuat melalui pengoperasian pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Batang Toru dengan kapasitas 510 MW dan PLTA Asahan 3. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan proporsi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Sumut hingga 30-40 persen, melebihi rata-rata nasional.
Yuliot menegaskan bahwa dengan tersedianya gas, listrik terbarukan, dan bahan baku yang mencukupi, daya saing industri Indonesia di kancah global akan meningkat. Hingga pertengahan tahun ini, KEK Sei Mangkei telah menarik investasi mencapai 1,87 miliar dolar AS dari 29 perusahaan, yang menyerap sekitar 16.000 tenaga kerja. PT Unilever Oleochemical Indonesia menjadi salah satu investor utama dengan kontribusi investasi mencapai 52 juta dolar AS.
Chief Supply Chain Officer Unilever, Willem Uijen, menyatakan optimisme terhadap masa depan manufaktur berkelanjutan di Indonesia, di mana pabrik oleokimia mereka diproyeksikan dapat mengirim 600.000 ton produk ke lebih dari 30 negara dengan potensi nilai ekspor mencapai 800 juta dolar AS. Komitmen Unilever dalam memperkuat industri berbasis bio-energi di Indonesia turut menjadi bagian dari upaya hilirisasi kelapa sawit, sehingga produk oleokimia Indonesia dapat bersaing di pasar global.
![[original_title]](https://monotoneminimal.com/wp-content/uploads/1001065114.jpg)