Monotoneminimal.com – Indonesia sedang berupaya mencari sumber baru untuk impor Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya dari Amerika, akibat situasi geopolitik yang tidak menentu antara Amerika Serikat dan Iran. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa proses impor BBM dari Amerika memakan waktu lebih lama dibandingkan dengan pengiriman dari Timur Tengah.
Dalam pernyataan yang disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta pada Jumat, 13 Maret, Bahlil menjelaskan bahwa perbedaan waktu pengiriman minyak mentah ini bisa mencapai 20 hari. Pengiriman dari Timur Tengah membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu, sementara pengiriman dari Amerika bisa memakan waktu hingga 40 hari.
“Memang tantangannya adalah kalau dari Amerika lebih lama, mencapai 40 hari. Kalau dari Timur Tengah itu 2-3 minggu. Tetapi sekarang kita bikin kontrak jangka panjang,” tambah Bahlil. Situasi ini mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan strategi pengadaan energi yang lebih beragam.
Bahlil juga menyampaikan bahwa sekitar 20% dari total impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah, sementara sisanya berasal dari sumber-sumber lain, termasuk produksi dalam negeri. Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan energi yang stabil di tengah ketidakpastian global terkait dengan konflik di Timur Tengah.
Dengan penetapan kontrak jangka panjang, diharapkan Indonesia dapat mengelola ketergantungan terhadap satu sumber pasokan dan meminimalkan risiko yang mungkin muncul dari fluktuasi di pasar internasional.